BULUKUMBA, – Bencana kebakaran yang menghanguskan rumah Nasrun alias Solid, masyarakat Dusun Benteng Malewang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, tinggalkan cedera dalam.
Tetapi, rasa kehilangan itu sekarang berangsur terobati karena kontribusi dari beragam faksi, termasuk Kepolisian Resor Bulukumba (Polres Bulukumba), Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba, dan Pemerintahan Kecamatan dan Dusun.
Pada Kamis, 24 Juli 2025 lantas, dimulailah pembuatan rumah tetap yang dinamakan “Pembangunan Rumah Akurat Bhabinkamtibmas Polsek Gantarang Polres Bulukumba Polda Sulsel”, sebuah project sebagai lambang kebersama-samaan dan perhatian di tengah-tengah warga.
Penempatan batu pertama kali yang mengidentifikasi diawalinya pembuatan rumah ini dilaksanakan oleh Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, yang diwakilkan oleh Kapolsek Gantarang Kompol Abdul Kadir.
Kolaborasi yang Membuat Keinginan
Penempatan batu pertama ini ikut didatangi oleh beragam faksi, dimulai dari Camat Gantarang Ahmad Yusri, Ustaz Yusuf Kode dari Baznas, pemerintahan dusun, figur agama, sampai warga sekitaran.
Kedatangan mereka menggarisbawahi jika bencana tidak cuma ujian, tapi juga gelaran untuk sama-sama bersatu dalam menolong sesama.
Camat Gantarang, Ahmad Yusri, mengutarakan perasaan terima kasihnya yang dalam atas kolaborasi di antara Polri Polres Bulukumba , Baznas Bulukumba , dan Pemerintahan Dusun dalam menolong masyarakat yang terserang bencana kebakaran.
“Berikut bentuk riil perhatian Polri ke warga, lewat program ‘Polri untuk Masyarakat’. Mudah-mudahan kontribusi ini menjadi kebun pahala untuk kita yang terturut.” bebernya.
Semangat Polri untuk Warga
Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Kadir, memberi animo tinggi ke Bhabinkamtibmas Dusun Benteng Malewang, Aipda Mulyadi Fachri, yang sudah memiliki inisiatif dalam melakukan program pembuatan rumah untuk korban kebakaran.
“Ini ialah bentuk riil alih bentuk Polri yang humanis, prediktif, dan responsive pada keperluan warga. Kami mengharap, rumah ini selekasnya usai dan bisa ditempati oleh keluarga Nasrun secara nyaman,” katanya.
Aipda Mulyadi Fachri, yang dekat dipanggil Dinol, menerangkan jika pembuatan rumah ini tidak cuma sekedar kontribusi fisik, tetapi lambang kedatangan negara yang peduli pada masyarakatnya.
“Rumah ini ialah lambang dari semangat alih bentuk Polri ke arah lembaga lebih terbuka, berkeadilan, dan selalu datang di tengah-tengah warga dengan hati nurani,” jelas Dinol.
Nasrun: Terima Kasih yang Tidak Terhingga
Untuk Nasrun alias Solid, kontribusi ini ialah karunia yang bermakna. Dia tidak dapat sembunyikan rasa haru dan terima kasih yang dalam ke seluruh pihak yang sudah berperanan dalam pembuatan rumah baru buatnya dan keluarganya.
“Ini ialah kehidupan baru untuk kami. Mudah-mudahan semuanya yang terturut dikasih balasan yang lebih besar oleh Tuhan. Terima kasih atas semua kontribusi yang sudah diberi,” tutur Nasrun dengan penuh haru.
Pembuatan rumah untuk korban kebakaran ini tidak cuma masalah fisik bangunan, tapi juga mengenai memberikan keinginan dan semangat baru. Ide ini menjadi bukti jika saat beragam faksi berpadu, tidak ada permasalahan yang tidak dapat ditangani.
Ini ialah contoh nyata dari kebersamaan sosial yang perlu terus dijaga, di tengah-tengah rintangan hidup yang makin berat. Kedatangan Polri dan Baznas dalam menolong korban kebakaran menjadi keinginan baru, jika perhatian ialah kemampuan yang sanggup mengganti nasib.