BULUKUMBA — Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba menggalakkan patroli di beberapa titik untuk menekan tindakan siswa yang absen sekolah.
Cara ini diambil buat memperhitungkan kenakalan pada remaja yang mempunyai potensi memunculkan kegelisahan warga.
Siswa yang ketahuan absen sekolah akan dikenai ancaman pembimbingan dan disampaikan ke faksi sekolah dan orangtua.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bulukumba, Andi Hasbullah, memperjelas razia itu dilaksanakan untuk tingkatkan kesadaran remaja akan keutamaan pendidikan dan menjaga keteraturan umum.
“Jika kenakalan pada remaja dibiarkan terus, akan mempunyai potensi memunculkan kegelisahan warga. Razia seperti ini terus akan kami kerjakan dengan intens,” katanya, Jumat (1/8).
Dia menambah, faksinya memiliki komitmen memberikan dukungan pembimbingan angkatan muda supaya terbebas dari dampak lingkungan yang negatif.
“Kami tidak stop sampai di sini. Aktivitas semacam ini terus akan kami tambahkan,” jelasnya.
Cara Satpol PP itu mendapatkan support dari DPRD Kabupaten Bulukumba. Anggota DPRD Bulukumba, Syamsir, memandang razia siswa absen penting untuk tingkatkan disiplin dan kedatangan pelajar di sekolah.
“Kedatangan siswa di sekolah ialah fondasi penting dalam membuat angkatan muda yang berkualitas. Dengan memberikan dukungan razia ini, kita menggerakkan siswa datang secara konsisten,” kata politikus Partai Kebangunan Bangsa (PKB) tersebut.
Syamsir mengutamakan jika razia bukan hanya menjadi penegakan ketentuan, tapi juga bentuk pembimbingan.
“Kita harus memberi pendekatan yang arif, tidak cuma ancaman. Memerlukan lingkungan pendidikan yang positif supaya siswa datang di sekolah dengan kesadaran sendiri,” katanya.
Kemarin, Satpol PP Bulukumba sudah melakukan razia dan menjala beberapa siswa yang ketahuan absen di sejumlah lokasi, termasuk teritori Rimba Kota Bulukumba.