Satpol PP Bulukumba Galakkan Razia Siswa Absen

BULUKUMBA — Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba menggalakkan patroli di beberapa titik untuk menekan tindakan siswa yang absen sekolah.

Cara ini diambil buat memperhitungkan kenakalan pada remaja yang mempunyai potensi memunculkan kegelisahan warga.

Siswa yang ketahuan absen sekolah akan dikenai ancaman pembimbingan dan disampaikan ke faksi sekolah dan orangtua.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bulukumba, Andi Hasbullah, memperjelas razia itu dilaksanakan untuk tingkatkan kesadaran remaja akan keutamaan pendidikan dan menjaga keteraturan umum.

“Jika kenakalan pada remaja dibiarkan terus, akan mempunyai potensi memunculkan kegelisahan warga. Razia seperti ini terus akan kami kerjakan dengan intens,” katanya, Jumat (1/8).

Dia menambah, faksinya memiliki komitmen memberikan dukungan pembimbingan angkatan muda supaya terbebas dari dampak lingkungan yang negatif.

“Kami tidak stop sampai di sini. Aktivitas semacam ini terus akan kami tambahkan,” jelasnya.

Cara Satpol PP itu mendapatkan support dari DPRD Kabupaten Bulukumba. Anggota DPRD Bulukumba, Syamsir, memandang razia siswa absen penting untuk tingkatkan disiplin dan kedatangan pelajar di sekolah.

“Kedatangan siswa di sekolah ialah fondasi penting dalam membuat angkatan muda yang berkualitas. Dengan memberikan dukungan razia ini, kita menggerakkan siswa datang secara konsisten,” kata politikus Partai Kebangunan Bangsa (PKB) tersebut.

Syamsir mengutamakan jika razia bukan hanya menjadi penegakan ketentuan, tapi juga bentuk pembimbingan.

“Kita harus memberi pendekatan yang arif, tidak cuma ancaman. Memerlukan lingkungan pendidikan yang positif supaya siswa datang di sekolah dengan kesadaran sendiri,” katanya.

Kemarin, Satpol PP Bulukumba sudah melakukan razia dan menjala beberapa siswa yang ketahuan absen di sejumlah lokasi, termasuk teritori Rimba Kota Bulukumba.

Karang Taruna Panrita Lopi Ditetapkan Bupati Bulukumba, Syahruni Haris: Bisa Kritikan, tetapi Jangan Mencelakakan

BULUKUMBA — Pengurus Karang Taruna Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba masa 2025-2030 sah dikukuhkan pada Kamis malam, 31 Juli 2025, di Ballroom Hotel Agri, Kota Bulukumba.

Pengukuhan ini menjadi set baru dalam pergerakan kepemudaan sosial di Bulukumba. Formasi pengurus yang diisi figur-figur vital lintasi bidang—seperti kepala dinas, anggota DPRD, tenaga pakar, figur organisasi kepemudaan, sampai wartawan—dinilai bawa energi baru.

Acara pengukuhan dilaksanakan oleh Ketua Karang Taruna Propinsi Sulawesi Selatan, Harmansyah, dan ditetapkan dengan sah oleh Bupati Bulukumba, H. Muchtar Ali Yusuf. Formasi pengurusan tahun ini dikatakan sebagai representasi inklusivitas, kerjasama, dan kemampuan cendekiawan dalam kerja-kerja sosial bungkusyarakatan.

Ketua Karang Taruna Panrita Lopi Bulukumba, Syahruni Haris, dalam sambutannya sampaikan terima kasih atas support Pemerintahan Kabupaten Bulukumba yang memungkinkannya pengukuhan berjalan sukses. Dia memberi animo khusus ke Bupati atas pemercepatan penandatanganan SK pengukuhan.

“Saya baru terima SK sesaat saat sebelum pengukuhan. Ini menunjukkan loyalitas hebat dari Pak Bupati pada peranan pemuda. Tanggapan cepat beliau ialah bentuk dukungan sistem yang riil,” tutur Syahruni, disongsong tepok tangan beberapa undangan.

Wakil Ketua DPRD II Bulukumba itu memperjelas jika Karang Taruna tidak cuma tempat kritikan pada pemerintahan, tapi juga partner vital dalam implikasi peraturan, terutama di bagian sosial dan kepemudaan.

“Kita bisa mengomentari, tetapi jangan mencelakakan. Kritikan harus bernilai dan bawa jalan keluar. Karang Taruna harus aktif mencapai desa-desa dan datang dengan tindakan riil di tengah-tengah warga,” jelasnya.

Dalam pada itu, Ketua Karang Taruna Propinsi Sulsel, Harmansyah, menyebutkan pengukuhan ini sebagai momen rekonsiliasi penting. Dia memandang kepimpinan Syahruni Haris sukses mempersatukan dua tim Karang Taruna yang sempat terpecah.

“Ini pengukuhan sangat menarik. Ada semangat kerjasama yang kuat. Tidak cuma lambang, tetapi menjadi fondasi baru untuk kerja-kerja sosial dari tingkat kabupaten sampai dusun,” kata Harmansyah.

Dia mengutamakan jika peranan Karang Taruna di depan akan makin vital, searah dengan Perintah Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023 yang menggerakkan kolaborasi di antara Karang Taruna dan Koperasi Dusun (Kopdes) untuk memberikan dukungan pembangunan dusun.

“Karang Taruna harus menjadi partner aktif pemerintahan dusun. Kolaborasi ini bisa menjadi kemampuan baru dalam membuat dusun secara partisipatif dan berkesinambungan,” sambungnya.

Pengukuhan ini bukanlah sekedar resmi administratif, tapi juga menjadi ruangan vital untuk mempertemukan ide, pengalaman, dan semangat kelompok lintasi komponen warga. Di tengah-tengah rintangan sosial yang makin kompleks, Karang Taruna Panrita Lopi Bulukumba datang dengan loyalitas untuk mendatangkan kepimpinan pemuda yang transformatif.

Residivis Narkoba Bulukumba Terancam 20 Tahun Bui

BULUKUMBA, — Team Opsnal Satres Narkoba Polres Bulukumba membekuk seorang pria AS (38) di Jalan Melati, Kecamatan Ujung Bulu. AS adalah residivis kasus narkoba asal Kendari, terancam 20 tahun bui. AS masyarakat di Jalan H. Abdul Karim, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba diamankan polisi saat akan lakukan transaksi bisnis narkotika.

AS ketahuan bawa satu saset plastik bening berisi narkotika kelompok I tipe sabu. Dalam tempo yang lumayan singkat, AS selanjutnya diputuskan sebagai terdakwa. Penangkapan pada AS memperlihatkan satu diantara bentuk loyalitas Polres Bulukumba dalam memberantas peredaran narkoba di Bulukumba.

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Akhmad Risal menerangkan penangkapan ini, bermula dari informasi warga yang memberikan laporan ada transaksi bisnis menyangsikan disekitaran Tempat Peristiwa Kasus (TKP).

“Hasil dari penyidikan, team sukses amankan terdakwa bersama tanda bukti saat lewat di Jalan Melati, Kota Bulukumba,” ungkapkan AKP Akhmad Risal di Bulukumba, Rabu (30/7).

Hasil dari pemeriksaan, AS mengaku sabu itu kepunyaannya yang akan dipasarkan ke seorang. Pemeriksaan ungkap jika AS adalah residivis kasus narkoba di tahun 2016 di daerah Kendari Polda Sultra.

Akhmad Risal mengatakan tanda bukti berbentuk sabu dan contoh urine terdakwa sudah dikirimkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel. Hasil analitis memperlihatkan jika sabu yang diambil alih mempunyai berat bersih 0,0517 gr, sedangkan hasil test urine AS positif memiliki kandungan zat metamfetamin atau sabu.

“Sekarang ini AS sudah diputuskan sebagai terdakwa dan ditahan di Rutan Polres Bulukumba. Terdakwa dijaring Pasal 114 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika, dengan sanksi hukuman minimum enam tahun dan optimal 20 tahun penjara,” jelas Akhmad.

Dari pengungkapan kasus ini, Polres Bulukumba terus ajak warga untuk aktif memberikan laporan tiap sangkaan tindak pidana narkotika di lingkungannya sebagai bentuk keterlibatan dalam menjaga angkatan bangsa dari bahaya narkoba.

KPPU Datangi BULOG Bulukumba, Soroti Harga Beras

Bulukumba : Kanwil VI KPPU Makassar lakukan lawatan ke kantor dan gudang PT BULOG Cabang Bulukumba untuk tindak lanjuti rumor tingginya harga beras dan sangkaan praktek kompetisi usaha kurang sehat. Plt. Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, disongsong secara langsung oleh Kepala Cabang BULOG Bulukumba, Farid Nur.

Pada kunjungannya, Hasiholan sampaikan jika KPPU tengah kumpulkan data atas naiknya harga beras yang sudah menjadi perhatian warga. “Kami ingin pastikan adakah tanda-tanda pelanggaran kompetisi usaha dibalik tingginya harga beras,” katanya, Rabu (30/7/2025).

Farid Nur menerangkan jika BULOG sekarang ini mempunyai stock sekitaran 50.000 ton cadangan beras pemerintahan (CBP), yang terbagi dalam beras lokal dan tersisa beras import. Untuk memantapkan harga, BULOG salurkan beras lewat dua proses khusus: kontribusi pangan untuk keluarga yang menerima faedah (KPM) dan program SPHP (Stabilisasi Suplai dan Harga Pangan).

Tetapi, pendistribusian beras SPHP tidak dapat dilaksanakan dengan berdikari. BULOG membutuhkan referensi dari pemda, dalam masalah ini Dinas Ketahanan Pangan. SPHP sendiri dialokasikan lewat jaringan seperti pasar tradisionil, koperasi, toko binaan Pemda, dan aktivitas Pergerakan Pangan Murah (GPM).

Farid menambah, beras SPHP dipasarkan dalam paket 5 kg pada harga sama sesuai HET, yakni Rp12.500/kg. Untuk menghambat penumpukan, konsumen cuma dibolehkan beli optimal dua karung per transaksi bisnis. Cara ini diambil untuk mencapai semakin banyak konsumen, khususnya barisan berpenghasilan rendah.

Akan tetapi, BULOG hadapi beberapa rintangan di atas lapangan. Satu diantaranya ialah penemuan praktek pengoplosan beras SPHP dengan beras kualitas rendah yang sudah dilakukan oleh pelaku tidak bertanggungjawab. Penemuan ini ada hasil dari pemantauan Satuan tugas Pangan di sejumlah titik distribusi. Disamping itu, BULOG menemui masalah dalam menyerap gabah dari petani lokal karena mekanisme ijon. Banyak petani yang telah terlilit dengan tengkulak, hingga partner penggilingan BULOG kesusahan lakukan pembelian secara langsung. Ini berpengaruh pada efektifitas peranan BULOG dalam memberikan dukungan harga gabah pada tingkat petani.

Menyikapi penemuan itu, Hasiholan mengatakan jika KPPU menulis tiga point signifikan: sangkaan pengoplosan beras SPHP, kendala distribusi beras karena peraturan wilayah, dan kurang kuatnya resapan gabah lokal karena supremasi tengkulak. “Ke-3 rumor ini akan kami adukan ke pimpinan pusat untuk dikaji selanjutnya dan diperhitungkan sebagai dasar pengaturan referensi peraturan,” katanya.

Lebih jauh, KPPU menggerakkan ada koordinir lebih kuat di antara BULOG, pemda, dan lembaga pemantauan pangan supaya proses distribusi beras bantuan dapat jalan maksimal. Peraturan yang terlampau administratif dan kurang koordinir dipandang menjadi satu diantara penghalang pendistribusian cepat beras ke warga.

Hasiholan mengingati keutamaan menjaga transparan dan responsibilitas dalam pembagian kontribusi pangan. “Pemantauan yang kuat dibutuhkan untuk menghindar dari distorsi pasar dan perlakuan spekulatif yang bikin rugi warga,” sambungnya. Dia mengharap kerjasama antarlembaga dapat diperkokoh untuk membuat mekanisme pangan yang sehat dan berkeadilan.

KPPU sendiri terus akan lakukan pengawasan di atas lapangan berkaitan harga dan distribusi beras di daerah Indonesia Timur. Selainnya lakukan lawatan secara langsung, KPPU buka saluran aduan warga untuk mengetahui kekuatan pelanggaran yang terkait dengan kompetisi usaha di bidang pangan.

Cara pro aktif KPPU ini adalah sisi dari usaha instansi dalam membuat cuaca usaha yang adil, sekalian menjaga hak-hak konsumen supaya tidak dirugikan oleh praktek kartel atau kecurangan pasar yang mengikutsertakan aktor usaha tertentu. Dengan keterkaitan aktif beragam faksi, diharap kestabilan harga beras nasional bisa terbangun.

Pemkab Bulukumba Terima Kontribusi 26 Motor Sampah

BULUKUMBA, — Pemkab Bulukumba terima kontribusi 26 unit motor sampah saat rapat pantauan dan penilaian (Monev) KPR Triwulan I dan II, dan gagasan program tiga juta rumah di ruang pertemuan Kantor Bupati Bulukumba, Senin (28/7). Rapat difasilitaskan Dinas Perumahan Teritori Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, didatangi oleh Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, faksi Perbankan sampai beberapa developer.

Dalam pada itu, rapat dibantu oleh Pendamping Administrasi Umum Pemkab Bulukumba, HM Daud Kahal dalam kemampuannya sebagai wakil Sekretaris Wilayah Bulukumba. Adapun kontribusi 26 unit motor sampah untuk Pemkab Bulukumba itu, tiba dari Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, REI Daerah IV, REI Bulukumba, KSP Karena, PT Amaly dan beberapa Developer.

Kabid Perumahan Teritori Pemukiman Dinas Perumahan Teritori Pemukiman dan Pertahanan Kabupaten Bulukumba, Andi Irawati menerangkan jika di rapat Monev ini, semua perbankan dan developer memberikan laporan aktualisasi KPR Triwulan I dan II, dan masalah dan hambatannya.

Andi Ira yang Ketua Komunitas Perumahan dan Teritori Pemukiman Bulukumba menerangkan faksinya dengan REI menggagas gagasan penyediaan 3 juta rumah di Bulukumba yakni teritori perumahan di Kelurahan Mariorennu Kecamatan Gantarang selebar 4 hektar, dan gagasan rumah atur Nelayan di Kelurahan Bintarore Kecamatan Ujung Bulu.

“Pemkab mendapat kontribusi 26 unit motor sampah. Harga per satu unit Rp35 juta. Hingga nilai kontribusi motor sampah capai Rp910 juta. Ini sebagai bentuk support ke pemda berkaitan pengendalian kebersihan,” terang Andi Irawati.

Kadis Perumahan Teritori Pemukiman dan Pertanahan Bulukumba, A. Muntasir Nawir mengharap supaya aktor usaha perumahan dan REI bisa bersama bekerjasama dalam program untuk merealisasikan program 3 juta rumah sebagai penerapan gagasan vital Kementerian Perumahan.

Terpisahkan, Ketua Komunitas TJSL Kabupaten Bulukumba, H. Andi Makkasau menghargai peranan REI dan beberapa Developer yang memperlihatkan kontributor dalam memberikan dukungan program pemerintahan, termasuk kebersihan Kota Bulukumba.

“Kontribusi berbentuk CSR dari beberapa pebisnis dan organisasi yang menaunginya ialah bentuk perhatian dan loyalitas dalam bekerjasama untuk Bulukumba yang semakin maju dan sejahtera,” paparnya.

Dalam pada itu, Ketua DPD REI Sulsel Mahmud Simbol memperjelas loyalitas REI Sulsel menolong pemda Bulukumba dalam mensukseskan program teritori perumahan, termasuk kebersihan lingkungan perumahan. Apalagi REI Sulsel, katanya, selalu datang menjadi partner vital pemda. Ditambah lagi menjadi sisi penting untuk merealisasikan Bulukumba Bersih di teritori perumahan.

“Aktor usaha memang datang menjadi partner pemerintahan. Beberapa program pemerintahan harus disukseskan bersama, terutama kebersihan dan kenyamanan untuk warga yang menetap di teritori perumahan,” terang Mahmud Simbol.

Awalnya faksi REI Bulukumba sudah menyumbang beberapa puluh tempat sampah untuk memberikan dukungan kebersihan di pantai Merpati. Faksi REI merencanakan akan terturut dalam pengendalian sampah Merpati langsung.

Andi Usdar Animo REI Sulsel Menyumbang 26 Unit Motor Sampah ke Pemkab Bulukumba

BULUKUMBA – Anggota Dewan Perwakilan Masyarakat Wilayah (DPRD) Kabupaten Bulukumba, Andi Usdar, memberi animo ke Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan atas bantuan 26 unit motor sampah ke Pemerintahan Kabupaten Bulukumba.

Menurut legislator dari Partai Gerindra asal Wilayah Pemilihan Gantarang-Kindang itu, cara REI Sulsel adalah kontributor riil dalam memberikan dukungan kebersihan lingkungan di Bulukumba.

“Kita pasti menghargai REI Sulsel atas kontribusinya. Ini adalah cara positif ke arah diwujudkannya Bulukumba yang bersih,” katanya saat dijumpai di Kota Bulukumba, Rabu, 30 Juli 2025.

Dia menambah, bila federasi pebisnis yang lain turut berperan seperti REI Sulsel, masa datang Bulukumba akan lebih bagus, khususnya dalam soal pengendalian sampah.

“Kita mengharap federasi lain dan beberapa pebisnis yang melakukan aktivitas di Bulukumba ikut berperan serta menjaga kebersihan lingkungan, contohnya dengan kontribusi kendaraan pengangkut sampah atau pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS),” katanya.

Dalam pada itu, Ketua DPD REI Sulsel, Mahmud Simbol, memperjelas loyalitas faksinya untuk selalu memberikan dukungan program pemda, terutama dalam peningkatan teritori perumahan yang nyaman dan bersih.

“Aktor usaha memang datang menjadi partner vital pemerintahan. Beberapa program pemerintahan, khususnya berkaitan kebersihan dan kenyamanan lingkungan perumahan, perlu kita sukseskan bersama,” terang Mahmud.

Awalnya, REI Bulukumba sudah menyumbang beberapa puluh tempat sampah untuk memberikan dukungan kebersihan di teritori Pantai Merpati. Di depan, REI merencanakan ikut terturut langsung dalam pengendalian sampah di teritori itu.

Bhabinkamtibmas Gantarang Peduli, Gandeng Baznas Bulukumba Bangun Rumah Korban Kebakaran

BULUKUMBA, – Bencana kebakaran yang menghanguskan rumah Nasrun alias Solid, masyarakat Dusun Benteng Malewang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, tinggalkan cedera dalam.

Tetapi, rasa kehilangan itu sekarang berangsur terobati karena kontribusi dari beragam faksi, termasuk Kepolisian Resor Bulukumba (Polres Bulukumba), Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba, dan Pemerintahan Kecamatan dan Dusun.

Pada Kamis, 24 Juli 2025 lantas, dimulailah pembuatan rumah tetap yang dinamakan “Pembangunan Rumah Akurat Bhabinkamtibmas Polsek Gantarang Polres Bulukumba Polda Sulsel”, sebuah project sebagai lambang kebersama-samaan dan perhatian di tengah-tengah warga.

Penempatan batu pertama kali yang mengidentifikasi diawalinya pembuatan rumah ini dilaksanakan oleh Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, yang diwakilkan oleh Kapolsek Gantarang Kompol Abdul Kadir.

Kolaborasi yang Membuat Keinginan

Penempatan batu pertama ini ikut didatangi oleh beragam faksi, dimulai dari Camat Gantarang Ahmad Yusri, Ustaz Yusuf Kode dari Baznas, pemerintahan dusun, figur agama, sampai warga sekitaran.

Kedatangan mereka menggarisbawahi jika bencana tidak cuma ujian, tapi juga gelaran untuk sama-sama bersatu dalam menolong sesama.

Camat Gantarang, Ahmad Yusri, mengutarakan perasaan terima kasihnya yang dalam atas kolaborasi di antara Polri Polres Bulukumba , Baznas Bulukumba , dan Pemerintahan Dusun dalam menolong masyarakat yang terserang bencana kebakaran.

“Berikut bentuk riil perhatian Polri ke warga, lewat program ‘Polri untuk Masyarakat’. Mudah-mudahan kontribusi ini menjadi kebun pahala untuk kita yang terturut.” bebernya.

Semangat Polri untuk Warga

Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Kadir, memberi animo tinggi ke Bhabinkamtibmas Dusun Benteng Malewang, Aipda Mulyadi Fachri, yang sudah memiliki inisiatif dalam melakukan program pembuatan rumah untuk korban kebakaran.

“Ini ialah bentuk riil alih bentuk Polri yang humanis, prediktif, dan responsive pada keperluan warga. Kami mengharap, rumah ini selekasnya usai dan bisa ditempati oleh keluarga Nasrun secara nyaman,” katanya.

Aipda Mulyadi Fachri, yang dekat dipanggil Dinol, menerangkan jika pembuatan rumah ini tidak cuma sekedar kontribusi fisik, tetapi lambang kedatangan negara yang peduli pada masyarakatnya.

“Rumah ini ialah lambang dari semangat alih bentuk Polri ke arah lembaga lebih terbuka, berkeadilan, dan selalu datang di tengah-tengah warga dengan hati nurani,” jelas Dinol.

Nasrun: Terima Kasih yang Tidak Terhingga

Untuk Nasrun alias Solid, kontribusi ini ialah karunia yang bermakna. Dia tidak dapat sembunyikan rasa haru dan terima kasih yang dalam ke seluruh pihak yang sudah berperanan dalam pembuatan rumah baru buatnya dan keluarganya.

“Ini ialah kehidupan baru untuk kami. Mudah-mudahan semuanya yang terturut dikasih balasan yang lebih besar oleh Tuhan. Terima kasih atas semua kontribusi yang sudah diberi,” tutur Nasrun dengan penuh haru.

Pembuatan rumah untuk korban kebakaran ini tidak cuma masalah fisik bangunan, tapi juga mengenai memberikan keinginan dan semangat baru. Ide ini menjadi bukti jika saat beragam faksi berpadu, tidak ada permasalahan yang tidak dapat ditangani.

Ini ialah contoh nyata dari kebersamaan sosial yang perlu terus dijaga, di tengah-tengah rintangan hidup yang makin berat. Kedatangan Polri dan Baznas dalam menolong korban kebakaran menjadi keinginan baru, jika perhatian ialah kemampuan yang sanggup mengganti nasib.

Diadakan 2 Agustus, Yamaha Cup Race Seri Ke-2 Akan Berjalan Semarak di Bulukumba

BULUKUMBA, – Yamaha Cup Race (YCR) seri ke-2 ini kali akan berjalan di Sulawesi Selatan persisnya di Circuit Titik 0 Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba pada 2 dan 3 Agustus 2025.

Moment balapan terkenal dari Yamaha ini diprediksikan berjalan semarak dengan berbagai ragam aktivitas dan jumlahnya kelas dalam balapan nanti.

Manajer Promo SJAM, Sintya Conarta menerangkan gelaran YCR di Bulukumba mempunyai 11 kelas balapan. Sejumlah salah satunya YCR1 Bebek 150 CC 4 Tidak Tune Up Mix Ahli dan YCR2 Bebek 150 CC 4 Tidak Tune Up Mix Novice.

“Semua kelompok ini mempunyai kompetisi yang ketat untuk beberapa bikers menjadi YCR tahun ini ditegaskan akan hebat,” katanya, Minggu (27/7/2025).

Disamping itu, ada kelompok yang lain yakni Yamalube Turbo Matic Drag Battle dengan 5 seri balapan, satu diantaranya YTMDB-1 Bracket 5 (YIMM BIKE).

Selanjutnya, Sintya menjelaskan, warga umum dapat nikmati moment ini. Selainnya melihat balapan, mereka dapat ikuti aktivitas menarik seperti Sunmori, selingan, exhibition booth, persaingan SMA/SMK, YSRS Kids, Senam Zumba, dan Modification Contest.

“YCR ini menjadi aktivitas yang dapat dirasa serunya untuk semua warga. Apalagi Bira ini adalah tujuan rekreasi yang populer, menjadi selainnya rekreasi mereka dapat rasakan serunya moment kami,” terangnya.

Sintya juga ajak warga agar dapat turut melihat YCR di Bulukumba ini. Semua rider akan menyuguhkan perform terbaik untuk memperoleh hadiah juta-an rupiah.

“Jadi nantikan apalagi, janganlah lupa untuk turut menonton balapan YCR di Bulukumba,” tutupnya.

Residivis Dusun Bontoraja Diamankan, Delapan Gr Sabu Diambil alih

BULUKUMBA, — Seorang pria dengan inisial KL (45), masyarakat Dusun Bontoraja, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, dibekuk Team Opsnal Satres Narkoba Polres Bulukumba pada minggu kemarin. Terakhir diketahui, ia adalah residivis kasus narkoba yang baru bebas dua tahun kemarin.

KL diamankan di Jalan Pisang, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba. Dari informasi digabungkan BKM di Bulukumba mengatakan, saat sebelum diamankan, terdakwa akan lakukan transaksi bisnis jual-beli narkoba. Celaka, gagasan transaksi bisnis barang haram terpantau aparatur kepolisian sehabis mendapatkan informasi dari warga jika umum terjadi transaksi bisnis narkoba di Tempat Peristiwa Kasus (TKP).

Polisi pada akhirnya bergerak cepat lakukan rangkaian penyidikan. KL dibekuk lantas digeledah. Hasilnya polisi temukan beberapa tanda bukti berbentuk satu saset kecil narkotika tipe sabu. Polisi lakukan investigasi awalnya pada KL. Dari info Kl, polisi lakukan peningkatan ke beberapa rumah kebun di Lahumbung Dusun Bontoraja Kecamatan Gantarang.

Di lokasi, polisi mengambil alih satu saset narkoba tipe sabu memiliki ukuran sedang. Berat keseluruhnya tanda bukti lebih dari delapan gr. Disamping itu, polisi mengambil alih satu unit handphone dan timbangan digital (keterampilan).

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Akhmad Risal, mengutarakan penangkapan pada KL bermula dari informasi warga yang selanjutnya dilakukan tindakan penyidikan oleh team opsnal. “Hasil dari penyidikan, team sukses amankan terdakwa bersama tanda bukti saat lewat di Jalan Pisang Kota Bulukumba,” tutur AKP Akhmad Risal, Sabtu (26/7).

Ia menjelaskan, tanda bukti sabu dan contoh urine aktor sudah dikirimkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel. Hasil pemeriksaan memperlihatkan jika sabu yang diambil alih mempunyai berat bersih 8,5909 gr, sedangkan hasil test urine KL dipastikan positif memiliki kandungan metamfetamin.

“Sekarang ini KL sudah diputuskan sebagai terdakwa dan sudah ditahan di Rutan Polres Bulukumba. KL dijaring Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai narkotika, dengan sanksi hukuman penjara minimum 6 tahun dan optimal 20 tahun,” tegas AKP Akhmad Risal.

Peduli! Polisi di Bulukumba Menggalang Kontribusi Bangun Rumah Baru untuk Korban Kebakaran.

BULUKUMBA -Bhabinkamtibmas Dusun Benteng Malewang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Aipda Mulyadi Fachri, S.Psi bekerjasama dengan Tubuh Amil Zakat Nasional (Baznas) membuat rumah baru tetap untuk Nasrun alias Solid, korban kebakaran yang tempat tinggalnya habis dilahap api beberapa lalu.

Proses pembuatan rumah dengan cara resmi diawali pada Kamis, 24 Juli 2025 tempo hari, diikuti penempatan batu pertama di lokasi pembangunan yang sudah dilakukan dengan simbolik oleh Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Kadir, S.H. M.H bersama Camat Gantarang Ahmad Yusri, perwakilan Baznas Ustadz Yusuf Kode.

Aktivitas ini ikut didatangi oleh Pemerintahan Dusun Benteng Malewang, figur agama, warga, dan Nasrun sebagai yang menerima kontribusi.

Pembuatan rumah ini adalah bentuk riil perhatian dan sinergitas di antara Polri, Baznas Bulukumba, dan beberapa pemurah hati yang ikut menyumbangkan.

Aipda Mulyadi Fachri sejak awal kali sudah memperlihatkan komitmennya menolong Nasrun dengan galang kontribusi dari sukarelawan, donatur, sampai merajut komunikasi dengan Baznas supaya Nasrun dan keluarganya dapat mempunyai lagi rumah yang pantas.

Saat bencana kebakaran, Aipda Mulyadi bukan hanya datang secara fisik, tetapi aktif kumpulkan kontribusi berbentuk baju sisa, peralatan sekolah untuk anak korban, dan sekarang memprakarsai pembuatan rumah yang dikatakan sebagai “Rumah Akurat Bhabinkamtibmas”.

Keadaan ekonomi Nasrun yang terbatas membuat tidak sanggup membuat lagi tempat tinggalnya. Sekarang ini, dia dan keluarganya masih ada di tenda genting di atas beberapa puing sisa tempat tinggalnya yang kebakar.

Camat Gantarang Ahmad Yusri menghargai cara cepat dan perhatian dari barisan kepolisian, terutama Kapolsek dan Bhabinkamtibmas Dusun Benteng Malewang, dan kolaborasi yang diperlihatkan bersama Baznas.

“Perhatian ini memperlihatkan jika Polri betul-betul datang untuk warga. Terima kasih ke semua pihak yang sudah memberi sumbangsih, mudah-mudahan menjadi kebun pahala untuk kita,” katanya.

Hal seirama dikatakan Kapolsek Gantarang, Kompol Abdul Kadir. Dia benar-benar menghargai ide Bhabinkamtibmas Aipda Mulyadi Fachri yang sudah memperlihatkan panutan sebagai pelayan warga.

“Terima kasih yang sebesarnya ke Baznas, pemerintahan kecamatan dan dusun, dan semua pihak yang terturut. Mudah-mudahan pembangunan ini selekasnya selesai dan rumah bisa selekasnya ditempati oleh keluarga Nasrun,” berharap Kapolsek.

Dalam penjelasannya, Aipda Mulyadi Fachri menjelaskan jika pembuatan rumah ini ialah bentuk riil sinergitas Polri dengan Baznas, dalam rencana dekatkan diri pada warga yang terkena bencana.

“Rumah Akurat Bhabinkamtibmas ini ialah lambang alih bentuk Polri yang prediktif, akuntabilitas, terbuka, dan berkeadilan (Akurat). Kedatangan negara lewat rumah ini diharap sanggup memberi jalan keluar cepat dan riil dengan hati nurani,” tutur Dinol, panggilan dekat Aipda Mulyadi.

Dalam pada itu, Nasrun alias Solid, sebagai yang menerima kontribusi, sampaikan rasa haru dan terima kasih yang dalam atas perhatian seluruh pihak.

“Terima kasih yang sebesarnya ke Polri, Baznas, dan semuanya yang sudah menolong. Kontribusi ini sangat berharga untuk saya dan keluarga. Mudah-mudahan dibalas kebaikan yang berlipat oleh Allah SWT,” sebut Nasrun.